Piyama putih bunga-bunga masih menempel di tubuh Safiya. Di sisi ranjang, Safiya duduk gelisah dengan telapak tangan dan dahi yang terasa basah. Padahal, di luar baru saja turun hujan, angin yang berembus melalui celah jendela terasa membelai kulit wajahnya. Tapi kenapa ia malah berasa panas dan keringetan? Dari kamar mandi di sebelah kamar, gemercik suara air shower terdengar. Sejenak Safiya melirik baju suaminya yang berhamburan dilantai. Safiya bangkit memungut baju suami dan menaruhnya diatas ranjang. "Jadi ke luar kotanya, Om?" tanya Safiya seraya merapikan rambutnya dengan hairdryer. Sedangkan Abram dikamat mandi. "Ya … liat besok malas sebenarnya? Tiga hari waktu yang lama untuk aku jauh darimu, Sayang." Teriak Abram. "Hemm hati-hati, Om!" seru Safiya yang kemudian dibalas kek

