Chapter 18

1641 Kata

Cahaya bintang di langit menerangi kesunyian malam di Vierra town. Di kota kecil ini masih bisa terlihat banyak bintang, seolah kesucian kota ini membuat semua bintang tak malu untuk menampakkan sinarnya. Ririe mengembalikan buku yang telah dibacanya ke dalam rak buku yang ada diatas meja belajarnya, kesunyian malam selalu bisa membuatnya menikmati waktu kesendiriannya. Ririe tersenyum, tanpa membalikkan badan pun dia tahu siapa yang sedang berdiri di belakangnya. Aroma tubuh dan hembusan nafasnya selalu menjadi hal yang dia ingat dari lelaki yang dia cintai ini. Ricko mengalungkan tangannya di pinggangku bergerak mendekat, memeluknya dan mengecup puncak kepalanya. "Sudah selesai membacanya?" ucap Ricko. "Yup.. aku sepertinya sudah lama tidak menyelesaikan membaca satu buku sejak tingga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN