"Kami menunggu di warung makan tadi, sampai malam nanti. Esok pagi kami sudah pergi jauh, jika mau memenuhi syarat, kamu boleh datang menemuiku dan akan kuobati, bukan cuma menyembuhkan racun ular salju juga luka dalammu Jika tidak datang artinya kamu memilih mati sendiri, jangan salahkan kami!" Matahari mulai doyong ke barat. Jiu Cien dan Gwangsin masih terkapar di hutan. Jiu Cien memandang Gwangsin dengan iba. "Gadis ini tak tahu apa yang terjadi, tapi ia sudah terlibat urusanku Bahkan nyawanya kini terancam, bakal mati sengsara jika tak memperoleh obat penawar racun." Sebenarnya Jiu Cien sudah bulat tekad tak mau menerima pertolongan dua pendekar asing itu, apalagi dengan syarat seperti itu. Itu kan sama dengan mengkhianati perguruannya. Lagipula mengemis pertolongan bukan sikap pende

