Gwangsin menggeleng. "Tidak, aku tak menyesal, aku justru sangat menikmati, tapi Jiu Cien tak lama lagi hari akan terang, sebaiknya berpakaian sebelum dilihat orang, malu." Jiu Cien tidak menyahut, ia memandangi tubuh b***l Gwangsin. Tidak banyak bekas cacar di tubuh molek itu, masih tampak d******i kulit yang putih mulus. "Kau memang cantik, Gwangsin. Aku mengerti ilmu pengobatan, setahuku, bekas cacarmu itu bisa hilang, ada obatnya meskipun ramuannya agak sulit diperoleh." Gwangsin hendak mengenakan pakaian, Jiu Cien mencegah. Ia memeluk dan menciumi tubuh molek itu. Gwangsin terengah-engah. "Jiu Cien, hari sudah siang, nanti dilihat orang." Jiu Cien tidak peduli. Akhirnya Gwangsin pun ikut tidak perduli. Keduanya bergelut di tengah matahari pagi yang mulai menerobos pepohonan lebat.

