Pagi itu Jen Ting pergi. Ia tidak memberitahu tujuannya Jiu Cien sangat terpukul. Dia tak pernah membayangkan kejadian seperti itu. Beberapa hari hidup bersama di dalam goa air terjun di kaki gunung Arjuna, kemudian b******a berkasih mesra di atas perahu. Pada saat-saat itu rasanya Jen Ting sudah menjadi bagian dari hidupnya. Lalu mendadak saja perempuan itu pergi, rasanya seperti ada bagian tubuhnya yang hilang terbawa pergi bersama Jen Ting. Sepanjang hidupnya, Jiu Cien tak pernah mendapat perhatian seorang perempuan, apalagi dicintai. Bahkan kasih sayang ibu pun hanya mengelusnya di masa kecil. Dan ketika nasib mempertemukan dia dengan perempuan yang begitu memerhatikan dan mencintainya, ia merasa dialah lelaki paling bahagia di kolong langit. Dicintai dan mencintai. Tak ada yang lebih

