Namaku Gwangsin

1138 Kata

Jiu Cien memegang tangan gadis itu. "Jangan, jangan pergi, makan dulu, baru kamu pergi. Ayolah." Gadis itu memang lapar. Ia makan dengan lahap. Jiu Cien ikut terbawa suasana, juga makan dengan lahap. "Namaku Jiu Cien, kalau aku boleh tahu namamu siapa, adik?" "Namaku Gwangsin." Jiu Cien hendak bicara, tetapi batal Karena pada saat itu ia melihat tiga lelaki memasuki warung. Ia mengenal salah seorang adalah lelaki yang melukai Jen Ting di air terjun, Tangchi. Tangchi juga mengenal Jiu Cien. "Ha... ha... ha... dicari- cari tak ketemu, tidak dicari justru bertemu Hari ini kamu harus membayar hutangmu!" Tidak menanti sampai Tangchi mendekat, Jiu Cien melompat keluar lewat jendela. Ia tak mau melibatkan Gwangsin dalam urusannya. Tangchi ikut menerobos jendela, diikuti dua temannya. Tak jau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN