151. Mabuknya Rainier

1156 Kata

Lama, tapi Rainier tak kunjung balik juga. Lyssa pun memutuskan untuk membersihkan sisa makan kekasihnya. Satu porsi miliknya yang tidak ia sentuh ia masukkan ke dalam kulkas, nanti kalau sempat, mau ia panaskan lagi di microwave. “Hm?” Pandangan Lyssa tertarik pada gorden besar yang menutup jendela. Gadis itu mendekat, menyibak gorden luar. Dan wow.. dapur Rainier rupanya memiliki view luar biasa. Baru saja gadis itu hendak menikmati pemandangan di luar, ia merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang. Lengan itu, tubuh itu, Lyssa tahu, yang memeluknya adalah Rainier. Rambut Rainier yang basah menetes dingin di bahu Lyssa, membuat gadis itu merinding. Apalagi tangan Rainier yang kuat memeluk, satu tangan menyentuh dadanya, satu tangan lagi menggenggam di bawah sana. “Ssh... Rainier....”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN