Ekspresi Rainier menggetarkan hati Lyssa, sekian lama baru teringat kembali siapa yang saat ini ia pacari. Karisma Rainier memang terkadang terlalu mendominasi! “Iya, iya, Sayang. Sabar..” kata Lyssa. Lyssa baru akan meminggirkan rambutnya, tapi Rainier sudah tak sabaran menggesek-gesekkan miliknya di pipi Lyssa. Tuhan.. pacarnya itu mah! “Sabar-” Pluk. Rainier sudah memasukkan miliknya. Lyssa melirik kesal pada Rainier, mau bicara tapi mulutnya tersumpal. Apalagi wajah Rainier? Ck, kek anak kecil habis dikasih duit sejuta saja! “Kiss it, Babe!” kata Rainier dengan cengiran. Meski kesal, Lyssa tetap menurut. Wajah Rainier ekstasik, gelap tak sabaran. Berpegangan pada paha Rainier, Lyssa mulai mengemut-ngemut benda dalam mulutnya, dia menyesal, bibirnya terlalu sempit, jadinya mu

