Segera setelah ia selesai berteleponan dengan Lyssa, Evan segera berbalik arah, mencari jalan pintas untuk segera pulang. Sesampai di mansionnya, pemuda itu langsung menginstruksikan pembantunya untuk membeli sebuket bunga. “Oh ya, buatkan juga buket cokelat. Aku mau cokelat home made yang romantis.” “Siap, Tuan.” Sebelum kepala pelayan itu berbalik, Evan menambahkan, “Sebelum jam enam.” Lelaki usia tiga puluhan itu membungkuk lagi lebih dalam. “Siap, Tuan.” Beberapa minggu yang lalu, Evan berbuat kesalahan. Dia tidak tahu kalau mamanya Lyssa sudah meninggal dunia dan menyebut-nyebut akan menemuinya di toko roti. Jika teringat saat itu, Evan ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok. Pelayan-pelayan wanita di kamarnya sedikit kaget begitu tahu ia sudah kembali dari trek larinya j

