Dokter Bagus akhirnya bisa menjangkau raga Mara yang sudah sangat dingin karena sudah 72 jam sejak Mara hilang dari pandangan matanya sendiri, Dokter Bagus pun segera memeriksa pernapasan Mara dari hidung Mara dan mendapati bahwa ada sedikit napas keluar masuk dari hidung Mara meski pelan, membuat Dokter Bagus meneteskan kembali air matanya. “Syukurlah, syukurlah, syukurlah, syukurlah,” ucap Dokter Bagus berkali-kali entah karena ia lega mengetahui Mara masih hidup dan bersyukur atas itu atau hanya ingin mengobati dirinya dari rasa bersalah karena telah membuat Mara hilang beberapa hari itu dengan mengetahui bahwa Mara telah ditemukan. Walau dengan keadaan yang tidak mungkin baik-baik saja, tapi sisi baiknya adalah fakta bahwa Mara masih hidup dan bisa segera diobati lagi untuk kesembuhan

