Pengulangan waktu tidak ada di dunia ini, semua terus terjalan ke depan, jika ada yang mundur itu adalah semua penyesalan yang belum bisa diobati. Dan jika terus melangkah ke hari besok selanjutnya adalah kemungkinan yang paling tidak mungkin, karena penderitaan hari ini saja belum usai, bagaimana dengan di hari besok selanjutnya, semua itu selalu tidak pernah sesuai keinginannya, karena Tuhan itu kejam, Tuhan ingin perempuan berusia 18 tahun itu lebih menderita dari biasanya, sampai kehilangan akal, perasaan, jiwa, bahkan raganya sendiri. “Mara di mana?” tanya Ibu Hani kepada Dokter Bagus yang masih terengah-engah karena sehabis berlarian dari ruangan Mara dirawat sampai ke taman tempat Ibu Hani berdiri sekarang dengan tongat siku Mara yang masih berada di tangan Ibu Hani. “Mara … hilan

