Mara masih disekap di dalam ruangan kosong yang mana ruangan itu sangat tersembunyi di wilayah Rumah Sakit Jiwa itu. Dokter Bagus yang belum tahu dengan hal itu mencari-cari Mara di taman itu sampai akhirnya ia menemukan tongkat siku yang ia berikan kepada Mara itu berada di tanah, dua minuman di kedua belah tangan Dokter Bagus terjatuh dan membuat dua rasa itu bersatu, teh dan kopi di tanah, begitu pula dengan keadaan suasana hati Dokter Bagus yang sekarang bercampur antara perasaan gelisah dan ketakutan kalau ada apa-apa dengan Mara sekarang. Dokter Bagus kemudian meneriakkan nama Mara berkali-kali namun tidak ada sahutan yang Dokter Bagus terima. Dokter Bagus langsung bergegas berlari mencari keberadaan Mara di sekitar taman. Di ruangan tempat Mara disekap, ayah tiri Mara terus berb

