Kebenaran yang Sempat Keliru

1284 Kata

Ibunya Mara menatap mata Mara yang gelapnya seperti malam, dan pandangannya yang dingin sedingin pualam, membuat Ibunya merasa iba dan menyesal karena telah banyak menelantarkan anaknya sendirian di rumah sedangkan dirinya terus-terusan dinas. Ibu Mara pun berbicara kepada Mara, saling pandang, satu tangan Ibu Mara memegangi kursi roda dan satu tangannya lagi mengelus rambut Mara yang sudah sedikit kusut, kedua belah tangan Ibu Mara ia gunakan sehingga tidak tersisa satu tangan pun lagi untuk menyeka bulir-bulir yang jatuh dari matanya sendiri yang dengan cepat membasahi bajunya itu. “Mara ... maafkan Ibu yang sudah membiarkan Mara menjadi seperti ini, maafkan Ibu yang hanya terus bekerja tanpa sempat memerhatikan Mara, maafkan Ibu yang selalu diam saat mendengar semua berita tentang Mar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN