Mara yang masih belum siuman, tapi ia masih mengigau dan banyak membicarakan apa pun yang tidak bisa dimengerti Dokter Bagus dan ibu Hani. Ibu Hani sudah membalut tangannya dengan perban karena tadi berdarah akibat dari gigitan Mara yang sengaja beliau masukkan ke mulut Mara supaya Mara tidak dapat menggigit lidahnya sendiri. Mara mulai tidak bisa dikontrol, mengamuknya juga semakin menjadi-jadi dan sudah tidak ada satu pun cara agar Mara bisa diajak bicara, Ibu Hani dan Dokter Bagus juga sudah mulai kebingungan dan kehabisan cara agar dapat sedikit perhatian dari Mara. Ibu Hani hanya bisa menangis dan menangis di setiap jam, Dokter Bagus kini seperti mempunyai dua pasien yang harus ia tangani, tapi semua itu tidak membuat Dokter Bagus menyerah begitu saja untuk dapat menenangkan semuan

