Semakin Parah

1224 Kata

Mara mengamuk dan terus berteriak tiada henti-hentinya, bantalnya yang semulanya baik-baik saja sekarang sudah menjadi kapuk-kapuk yang beterbangan ke mana-mana, selimut menjadi rusak akibat Mara yang menyobek-nyobek semuanya, kini yang tersisa adalah dirinya di ruangan itu, kepala Mara terus dipukul-pukul oleh dirinya sendiri, rambutnya dijambak oleh tangannya sendiri, berteriak sampai suara habis sudah tidak bisa dihitung lagi berapa kali dalam satu jam Mara melakukan hal itu. “Mara ...,” panggil ibu Hani lirih yang melihat Mara duduk terdiam sendiri di ruangan yang semula begitu bersih sekarang menjadi sangat berantakan, Mara di tengah-tengah semua yang berantakan itu sambil terus memukul-mukul dirinya sendiri. Ibu Hani langsung berlari mendekati Mara yang masih saja mencoba melukai d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN