Febri tersenyum tipis menatap cucunya. “Kalau Kayla pilih siapa?” “Aku pilih Tante Nilam lah, biar aku bisa main terus sama Nizam.” Kayla menoleh ke arah Embun dengan mata berbinar. “Iya kan, Mah?” “Iya, sayang.” Embun mengangguk sambil tersenyum, lalu mengelus pipi anaknya. “Sekarang, kamu tanya Kakek lagi, dong!” "Oke, Mah." Kayla menghadap Febri lagi. “Kakek pilih siapa?” “Kakek rasa …." Febri menghela napas panjang, lalu meletakkan sendoknya di tepi piring. "Mau siapa pun yang dipilih Kakek nggak akan penting, karena menurut Kakek, itu kan hidup Pamanmu, jadi ya … terserah Pamanmu aja mau nikah sama siapa, yang penting dia nikah dan nggak jadi perjaka tua.” “Owh, karena Paman Tirta milih Tante Nilam, berarti Kakek juga pilih Tante Nilam.” Kayla mengangguk paham, lalu tatapannya be

