“Ayah ngomong apa? Siapa yang melahirkan anakku, Yah?” Zamil berusaha melepaskan cengkeraman di kerahnya, tapi Brata malah menariknya lebih dekat. “Nilam!” jawab Brata cepat, suaranya menggelegar. “Tadi ayah Nilam datang ke sini. Dia bilang kalau Nilam baru saja melahirkan anak kamu. Anak kalian berdua, Mil!” "Apa ...?" Zamil terpaku, mata melebar, napas tercekat. "Ayah serius?" “Sangat serius!” Brata semakin mengencangkan genggaman di kerah kaos anaknya itu. “Makanya Ayah tanya, apa kamu selingkuh dengan Nilam di belakang Orin, sampai Nilam hamil?” “Itu … itu … sebenarnya aku sa—” “Jawab, Mil!” Suara Brata terdengar menggelegar lagi, wajahnya nyaris menempel di wajah Zamil. "Jawab jujur!" Zamil menelan ludah. “Aku ... aku pernah sekali melakukan hal itu sama Nilam. Waktu itu kami s

