***...*** Aaahhh!!! Seorang pria tua tampak berjalan perlahan, dengan membawa tubuhnya yang lemah penuh luka. Pakaiannya compang-camping, dia Tak ubahnya seperti seorang gembel di jalanan. Padahal dulu Dia adalah seorang pemimpin perusahaan, kaya raya dan juga dihormati orang. Tedi Anggara, yang kini terusir dari rumahnya, oleh istri serta putrinya yang jahat. Dan dia harus menanggung kisah pilu kehidupan diusia tuanya yang tidak sejalan dengan keinginan. "Kenapa aku harus berakhir seperti ini? Padahal aku adalah Tedi Anggara yang terhormat dan kaya." Pria itu mengeluarkan suaranya yang terdengar bergetar seiring dengan getar tubuhnya. Beberapa pengemis yang ada di sana tampak memperhatikannya. "Hey pergi dari sini, karena ini adalah wilayah kami. Kamu tidak boleh mengemis di sini. Pe

