***...*** Tedi berjalan dengan gontai memasuki ruangan di rumahnya. Penampilan pria tua itu terlihat berantakan. Jas serta dasi yang tadi dikenakannya sudah menghilang entah kemana. Raut stres tidak bisa disembunyikan di wajah tuanya. Buukk!! Tiba-tiba sebuah tas terlempar dan jatuh tepat dihadapan Tedi. Pria itu tampak terpesiap menatap tas di hadapan kakinya. Wajah Siska dan juga Bella pun muncul sambil menyeringai menatapnya. "Apa-apaan kalian?." Tedi bertanya dengan suara menggelegar. Dia melotot tajam menatap wajah anak serta istrinya. "Sekarang juga Kamu harus meninggalkan rumah ini! Tedi Anggara, kamu bukan pemilik rumah ini lagi!!." Seru Siska dengan suara kencang. Dia melipat tangannya di depan d**a, dan menatap sombong ke arah Tedi yang tampak geram, mendengar nada pengu

