44. Terjerat Jiwa dan Cinta yang Semu

1414 Kata

Alex, Farah, dan Yuda berlari menuju lobi utama kampusnya. Mereka mencari tempat yang memiliki pencahayaan terang dan kembali berusaha menggedor-gedor pintu kaca yang tebal di sana. Deru jantung mereka kian memburu. Semua yang terjadi malam itu seperti tidak nyata. Namun, mereka merasa semua seperti nyata. “Toloong, Pak!” Jerit Farah yang berusaha membangunkan Pak Jono yang masih tertidur pulas di Sofa. “Tolong! Pak Jono! Tolong kami!” Tok! Tok! Tok! Brakk! Brakk! Semua yang mereka lakukan tampak sia-sia, tidak mendapat respons sedikit pun. Farah yang lemas hanya bisa bersandar pada jendela kaca. Saking lemasnya dan mulai berputus asa, kakinya merosot hingga dia duduk di lantai dengan bersandar pada jendela kaca di depan lobi utama kampus. Sedangkan Alex menyandarkan dahinya pada je

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN