Ranti menjerit ketakutan melihat pintu itu tertutup rapat. Napasnya memburu, bulu kuduknya merinding, hingga sampai ke belakang telinganya. Ranti terus berusaha berlari menaiki tangga itu. Keadaan yang lembap membuat anak tangga itu berlumut. Ranti yang panik dan ketakutan terpeleset salah satu anak tangga. Bruukkk! “Aaarrrggghhh!” kepala Ranti terbentur ujung anak tangga. Seketika telinga Ranti berdengung, kepalanya pusing, perih, dan merasa sangat lemas. Pandangannya kian kabur di antara remang-remang sinar bulan purnama. ‘Tolong aku!’ Ranti merasa sangat letih dan pasrah. *** Tak lama berselang, Ranti merasa kalau dirinya mulai bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Ia merasa kalau tadi dirinya pingsan. ‘Astaga ... aku pingsan? Aw ... kepalaku terasa sangat sakit,' gumam Ranti dala

