39. Jiwa-jiwa yang Kosong

1151 Kata

Ranti masih tidak mengerti dengan maksud Farah yang tiba-tiba menelepon dirinya dengan begitu menggebu-gebu dan terdengar cemas. “Fa? Kamu kenapa? I—ini ada apa?” Ranti masih tidak mengerti alasan sahabatnya itu. “Ran! Dengarkan aku! Cepat pergi dari sana! Jangan ikuti Wibi! Karena di—dia ....” Farah gemetar membayangkan apa yang akan terjadi pada Ranti setelah mengetahui kebenaran yang terjadi. “Fa? Apa?” Ranti berbisik. Sesekali ia melihat ke arah Wibi yang masih duduk mematung di kursi itu. Jarak antara Ranti dan Wibi sekitar tujuh meter. Ranti berada di arah sebelah kanan dari pintu perpustakaan. Sedangkan Wibi ada di arah sebelah kiri pintu perpustakaan. “Wi—wibi ... Arya Wibisono sebenarnya adalah ... a—adalah ....” Farah merasa sulit berbicara, suaranya bagai tercekat di lehern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN