Farah seketika terpaku setelah mendengarkan apa yang baru saja Kak Mayang ceritakan. Farah memikirkan teka-teki yang terjadi pada Ranti. ‘Tapi ... tidak mungkin kalau Ranti adalah arwah gentayangan, karena dia sama seperti kita, kuliah bersama bahkan ... satu kampung halaman sama Yuda, kan?’ Farah masih bergumam dalam hatinya, pikirannya berjalan seakan tidak percaya kalau Ranti berkeliaran di kampus sendirian. ‘Atau kami yang berhalusinasi? Mengira bahwa Ranti seolah-olah nyata? Aku curiga gadis yang bunuh diri di laboratorium bawah adalah Ranti.’ Hatinya terus bergumam sembari mengernyitkan dahinya. Kak Mayang menyadari sesuatu hal. Bahwa Farah terlihat syok. Ia pun mengamati kalau Farah memikirkan hal lain yang lebih menakutkan. “Farah? Kamu kelihatan syok? Atau ada hal lain yang

