42. Surat Wasiat

1767 Kata

Ranti masih mematung di dalam perpustakaan. Ia memikirkan alasan Erika menjerat jiwa-jiwa yang kosong itu. Saat ini Ranti merasa tenang berada di perpustakaan. Ia berpikir bahwa Erika tidak akan mengganggunya di dalam perpustakaan. Karena Wibi pernah bercerita bahwa perpustakaan adalah tempat satu-satunya yang tidak pernah Erika datangi. Namun dia lupa kalau gadis bergaun merah sering bergentayangan di sana. Sesaat setelah Ranti menunduk, ia menyadari ada sesuatu yang berdiri di belakangnya. Mata Ranti terbelalak sebelum dirinya menoleh ke belakang. Benar saja, jemari lentik dengan warna kulit yang pucat dan kuku-kuku yang panjang menyelusup di atas bahu Ranti. Seketika napas Ranti tercekat, ia merasa sulit bergerak. Hingga ia berusaha melawan dengan memukulkan buku arsip yang tengah ia p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN