Deru jantung dalam d**a Farah begitu kencang. Seakan memburu dan melahap semua keberaniannya yang seketika padam begitu saja. Farah merasa sangat cemas, ketika seseorang yang membekapnya dengan kencang berhasil mengunci suara Farah hingga tidak bisa terdengar siapa pun kecuali mereka berdua. “Sssttt ... diam! Jangan berteriak!” bisik suara laki-laki itu. “Hmmmpphhh ... hmmm!!!” Farah masih mencoba berteriak dan menendang-nendang kakinya. Hingga dirinya dibawa paksa oleh si pembekap ke dalam kamar mandi di lantai dua. Ceklek! Pintu kamar mandi ditutup dan lampu kamar mandi dinyalakan. Kemudian si pembekap membawa Farah ke depan cermin yang ada di sana. Mata Farah terbelalak mendapati kenyataan siapa pria yang membekapnya itu. “Sssttt! Jangan berteriak! Jangan berisik! Baru aku akan mel

