Ranti mematung di depan rumah tua itu. Pepohonan rindang yang menaungi rumah itu, menambah kesan magis yang terpancar dari sana, yang mampu menggelitik relung jiwa. Kesunyian seakan merangkul hari-hari penghuni rumah tua itu. Tak lama berselang, Ranti memberanikan diri untuk membuka pagar bambu yang mengelilingi rumah tua itu. Sedikit berderit karena gesekkan antara bambu-bambu itu. Tanah yang lembap seakan menjadi pemandangan yang menambah kesan hening di sana. Ranti melangkah dengan perlahan sembari menoleh ke sekelilingnya. Ia kembali melihat sekelebat bayangan yang sedari tadi bersembunyi di antara pepohonan. Ranti menunduk untuk menghindari penglihatan yang sudah tidak asing baginya. Melihat mereka yang tak kasatmata. Ranti sudah berdiri di depan pintu rumah tua itu. Rumah yang tida

