Ranti bergeming, ketika Wibi berjalan melewatinya begitu saja. Ia merasa kenangan yang dulu pernah mereka torehkan, hanya Ranti saja yang bisa mengingatnya. Tidak dipungkiri, Ranti pun merasa bingung. Mereka mengenal, akrab, dan menjalin suatu hubungan spesial. Saling menyayangi dan melindungi. Namun, apa yang mereka jalin bagai rintihan cinta dua dunia, yang semu tapi sangat terasa. Jika Ranti mengklaim bahwa Wibi adalah kekasihnya. Namun, pada kenyataannya mereka memang baru mengenal secara nyata, bukan kasatmata. Ranti masih menghidu aroma Cytrus yang merasuk hingga ke dalam relung jiwanya. Kenangan manis bersama Wibi masih lekat dalam ingatannya. Tidak bisa melupakan semudah membalikkan telapak tangan. Begitu pula perasaan Ranti kepada Wibi. Perasaan yang masih mengganjal itu, membua

