51. Gang Melati Nomor Tiga

1947 Kata

Setelah penuh perjuangan Ranti mengambil surat wasiat Erika di dalam kolong itu, akhirnya Ranti mendapatkan apa yang menjadi tujuannya. Perlahan, Ranti mencoba membuka surat itu, kali ini surat yang ia pegang adalah nyata, tidak seperti yang sebelumnya yang hanya ada dalam dimensi lain. Dengan wajah tersenyum, Ranti memantapkan langkah kakinya keluar dari perpustakaan. Pak Asep, diam-diam memperhatikan Ranti karena takut kalau Ranti akan melamun lagi dan kejadian tempo hari akan kembali terulang. Sehingga, Pak Asep memperhatikan gerak-gerik Ranti di sana. Setelah mengetahui Ranti mengambil sepucuk surat dari kolong salah satu rak buku di sana. Pak Asep merasa lega, lantaran Ranti tidak melamun lagi selama berada di perpustakaan. Pak Asep terkesiap ketika Ranti tiba-tiba berjalan ke arah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN