27. Teh Sepat dan Singkong Goreng

1932 Kata

Ranti menoleh ke arah sumber suara. Ia menatap lekat gadis yang kini berada tepat di sebelah Ranti. “Kak Erika?” Ranti tersenyum menatap gadis yang juga sedang mengadakan penelitian di laboratorium bawah. “Kamu sendirian?” Erika kembali menyapa Ranti. “Iya, Kak! Kak Erika mau beli makanan juga?” Ranti menatap Erika dengan penuh teka-teki. Lantaran wajah Erika terlihat pucat seperti orang yang sedang mengalami hipotermia. “Iya, Ran. Dingin banget pagi ini.” Erika tersenyum kepada Ranti. “Duduk sama aku aja, Kak! Biar aku juga ada temannya.” Ranti dengan ramah menawarkan kepada Erika. “Biar aku yang pesan sekalian, Kak! Soalnya aku mau nambah gorengan.” Ranti yang doyan makan gorengan, hanya bisa tersipu malu. “Oh, iya ... Kak Erika pesan apa?” Ranti kembali menatap Erika sebelum di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN