Ranti bergeming sesaat sebelum meninggalkan laboratorium. Wajahnya terkesiap bagai terbangun dari mimpi buruk. Saat melihat bayangan Nur yang selalu ia lihat seperti ada di dal laboratorium itu. Wibi menatap Ranti dengan penuh tanda tanya. Lantaran sikap Ranti yang tiba-tiba berubah menjadi diam mematung tanpa sepatah kata. “Ran? Kamu kenapa?” Wibi menatap wajah Ranti yang tiba-tiba pucat pasi. “Kak, entah gimana ... yang jelas sudah dua kali aku melihat seseorang yang ada di laboratorium ini, mirip dengan temanku. Tapi setelah aku mengerjapkan mata, sosok itu menghilang.” Ranti menatap Wibi sembari mengernyitkan dahinya. “Di sini memang ada beberapa mahasiswa yang sedang penelitian. Mungkin salah satu dari mereka mirip dengan teman kamu, Ran.” Wibi berusaha menenangkan Ranti yang terli

