29. Kisah Manis di Antara Mistis

1932 Kata

Ranti yang sudah merasa lebih baik, mulai melangkah keluar dari ruang perpustakaan. Langkahnya gontai menuju ruang tiga. Pikiran Ranti tidak lepas dari komentar orang lain terhadapnya. Mengenai kebiasaan melamun yang orang lain lihat saat Ranti sedang sendirian. Padahal, Ranti merasa bahwa dirinya tidak pernah melamun terlalu lama sampai mengosongkan pikiran. Namun, apa yang orang lain lihat adalah kenyataan yang tidak bisa terbantahkan. Ranti melihat Farah yang baru saja memasuki ruang tiga bersama Alex. Ia pun penasaran dengan keadaan Yuda pagi ini. Ranti melangkah lebih cepat untuk mengejar kedua temannya itu. “Fa!” Ranti menepuk bahu Farah sepeti kebiasaannya. “Eh?” Farah menoleh karena tersentak. Namun, Farah sudah hafal dengan suara teman dekatnya itu. Sehingga ia tidak berpikir t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN