Ranti bersiap mengambil jaket mantel miliknya. Tak lupa ia mengenakan topi rajut hangat. Sebelum melangkah pergi, Ranti menatap kilatan petir di langit sebelah timur. Tangan Ranti menengadah ke udara. Memastikan bahwa gerimis mulai turun. Ia kembali ke dalam kamar kosnya untuk mengambil payung bermotif kotak-kotak berwarna biru itu. Kebetulan Zizi yang menjadi teman kos paling akrab dengannya, sedang pergi menonton dengan teman-temannya. Sehingga, Ranti hanya berpamitan kepada Ibu kosnya yang kebetulan sedang melihat atap yang bocor di ruang tamu. “Bu.” Ranti mencium punggung tangan Ibu kos, sembari menyapa dengan senyuman ramah. “Eh, Ranti ... mau pergi ke mana?” Ibu Kos Ranti penasaran. “Mau ke kampus, Bu. Kebetulan, Ibu ada di sini. Jadi saya berpamitan untuk ke kampus. Mungkin nant

