Arana dengan napas ngos-ngosan melihat sekeliling Rooftop namun tidak ada siapa pun disana, gadis itu terus melangkah hingga langkahnya terhenti ketika mendengar suara kaki yang berlarian menaiki tangga, gadis itu menoleh ke pintu dan mendapati Vanya yang langsung berlari dan memeluknya, Arana mengernyitkan dahinya. "L-lo?" "Lo kenapa mau bunuh diri?" Tanya Vanya membuat Arana semakin mengerutkan dahinya. "Bentar-bentar, siapa yang bilang ke lo?" Tanya Arana. "Dokter Ray," jawab Vanya setelah melepas pelukannya. Brakk! "Ah s**l!" Umpat Arana ketika pintu Rooftop tertutup. Vanya menatap Arana heran. "Lo gajadi bunuh diri?" Tanya gadis itu. Arana memutar bola matanya malas. "Lo mau gue bunuh diri?" "B-bukan gitu, tapi dokter Ray bilang—" "Dokter Vio juga bilang lo mau bunuh diri,"

