"ARANA ADA PAKET BUAT LO!" Teriak Vanya dari bawah. Arana melirik jam yang menunjukan pukul delapan malam, perasaan dia tidak pernah memesan apa pun. Tanpa berpikir panjang lagi ia segera bergegas menghampiri Vanya. "Paket apa?" Tidak, bukan Arana yang bertanya, melainkan Valdo yang sedari tadi bermain game di sofa ruang tamu. Vanya menggedikkan bahunya tak tahu. "Tapi ini paket berat banget, lo pesan apa si na?" Kepo Vanya. "Gue juga gatau, gue gak pernah mesan sesuatu," jawab Arana seraya mengambil alih kardus ditangan Vanya. "Kalian belum tidur?" Sapa sebuah suara mengagetkan ketiga remaja tersebut. "Udah ma, ini yang berdiri di depan mama arwahnya," jawab Vanya ngelantur. Bukk! Sebuah bantal mengenai wajah gadis itu. "Yang sopan sama orang tua!" Ingat Valdo. Vanya mendelik kes

