Rasanya tidak buruk juga di toilet seperti ini karena suasana sepi, aku sebenarnya tidak benci keramaian tapi juga pasti sesekali butuh ketenangan juga. "Genta!" Gedoran dan panggilan itu membuat aku terlonjak kaget, sepertinya karena ketenangan toilet tadi aku hampir terlelap, kalau sampai Febi tau bisa habis aku diejek dia. "Iya," jawabku. "Udah lima menit lebih nih, kok gak keluar-keluar dari toilet sih?" tanya orang di luar toilet dan saat ini sedang berdiri di depan pintu bilik yang aku tempati, dari kakinya saja aku tau kalau itu adalah Febi. "Aduh, sembeli nih Feb. Maaf deh bentar lagi ya." Aku pura-pura memegangi perutku walau Febi tidak bisa melihatnya karena tehalang pintu bilik tapi ya biar terasa lebih mendalami peran saja. "Yaudah aku tunggui." Setelah itu hanya ada

