Aku hanya mengangguk pelan, setelah itu membuka pintu mobil belakang. "Jangan duduk di sini udah penuh bertiga nih kita, kamu duduk di depan aja," kata salah satu dari mereka. "Bolehkah, Pak?" tanyaku ragu merasa tidak enak. "Boleh aja, biar saya gak dianggap supir habis gak ada yang mau duduk di sebelah saya tuh mereka," jawab Pak Sya sambi tertawa kecil. "Bapak jangan gitu dong, kan kita duduk bertiga di belakang biar bisa gosip," jawab mereka lagi. Aku kemudian menutup pintu belakang dan membuka pintu depan "Permisi, Pak," ujarku kemudian duduk dan memasang sabuk pengaman. "Sst! Kalian sering numpang Pak Sya kayak gini?" tanyaku berbisik-bisik sepelan mungkin, entahlah Pak Sya dengar atau tidak. "Ya baru beberapa hari aja karena nunggu angkutan umum lama, itu juga Pak Sya yang n

