Setelah berkata demikian dia langsung berlari kencang menuju ka arah pintu belakang yang setengah terbuka, kemudian tertutup kembali dengan suara dobrakan yang cukup kencang. "Adek kamu kenapa?" tanya papa sambil menyentuh bahuku. "Ya ampun, Ta kamu luka gak? Kok bisa jatuh berserakan gini gelasnya." Mama berjongkok kemudian dan memungut serpihan dari gelas yang pecah. Aku ikut berjongkok dan membantu mama tapi karena tidak fokus akhirnya jariku terkena serpihan kaca dan berdarah. "Aw," rintihku. "Tuh kan kena kaca, sini-sini mama obati. Kamu duduk aja di sana, jalan memutar sana," kata mama, aku kemudian berjalana memutar dari sisi dapur satu lagi dan duduk tenang di meja makan atau lebih tepatnya melamunkan apa yang dikatakan si kerdil beberapa saat yang lalu. "Sini, mana tangan

