46. Tamu

1173 Kata

Kembali aku membuka mata perlahan, dan mengedarkan pandangan ke arah sekitar. Masih terasa kabur memang, tapi sudah jauh lebih baik. Saat aku teliti lagi ternyata itu adalah suara mengeram dari si kerdil yang seperti hewan buas tepat di depanku. "Heh, Kerdil. Kamu kenapa?" tanyaku dengan agak takut, tapi berusaha aku tidak memperlihatkannya. Dia kemudian langsung menatap ke arahku dengan mata memerah, aku sudah ketakutan dia akan menerkamku tapi ternyata aku salah. Sedetik kemudian dia langsung pergi dari kamarku melalui jendela, si kerdil melesat dengan cepat seperti angin. Sontak saja aku langsung terkejut dengan hal itu, mataku sampai terbelalak dan lupa akan rasa sakitnya. "Genta!" panggil suara yang sangat aku kenal yang tidak lain adalah Febi. Aku mencoba menetralkan mimik wajahk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN