Sejak dirinya melihat Ayana dalam posisi membungkuk di depan lemari pendingin, Adam sudah tidak dapat menahan dirinya untuk tidak mendekati gadis itu. Gaun malam yang Ayana kenakan benar-benar membuatnya resah. Dia dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh Ayana yang aduhai. "Kamu sengaja menggoda saya, hm?" tanya Adam sembari menggigit telinga Ayana lembut. Tangannya masih setia mengusap bagian da-da Ayana yang menonjol tanpa mere-masnya. Ayana berdiri kaku di tengah himpitan tubuh besar Adam dan meja makan. Gadis itu menggeleng lirih dengan bibir terbungkam rapat. Berusaha menahan suara laknat yang ingin keluar dari bibirnya. Adam menarik sudut bibirnya sinis, dengan tangan yang semakin bergerak liar. Pria itu menyusupkan tangannya ke dalam gaun malam yang Ayana kenakan di bagian da-da.

