Kehilangan Anak

1799 Kata

"A-anak sa-ya?" lirih Alena sambil memegang perutnya. Sampai detik ini, perut Alena masih terasa sakit bahkan ia tidak tahu bagaimana rasa sakit itu muncul. Mata Alena sudah berkaca-kaca, perasaan takut mulai muncul. "Maaf Alena, kami sudah berusaha tapi-" "Anak sa-ya pergi?" Potong Alena langsung. Ia menunggu jawaban dari sang dokter dan berharap bahwa apa yang ia pikirkan salah besar. Tapi apa yang bisa Alena lakukan jika ketakutannya benar-benar terjadi. Dokter mengangguk samar dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan. "Alena," lirih Dokter khawatir karena tidak ada respon yang Alena berikan, ia hanya diam dengan pandangan kosong. "Sa-ya baik-baik saja." Siapa yang percaya perkataan itu? Tidak akan ada yang percaya. Alena berusaha untuk kuat tapi faktanya ia tidak bisa untuk meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN