Sembilan belas tahun, tinggal kurang lebih 3 bulan lagi Alena akan menginjak usia dua puluh tahun. Satu tahun terakhir, hidupnya benar-benar tidak bisa ditebak. Padahal dalam bayangan Alena, hidupnya beberapa tahun ke depan masih seperti biasa dipenuhi dengan kenyamanan dan kehangatan tapi pada kenyataannya tidak begitu. Wajar jika Alena syok luar biasa, ia juga tidak bisa langsung menerima keadaan yang berubah 180 derajat. Butuh waktu agar bisa berdiri kokoh seakan semua yang terjadi bukan hal yang besar. Kehadiran Bagas secara tiba-tiba membuat Alena perlahan mulai menerima keadaan hidupnya yang sudah berubah. Bagas menjadi sosok orang yang membuat Alena mau melihat dunia lagi meskipun ia hanya bisa melihat sebuah kegelapan yang amat menakutkan. Tapi kehadiran Bagas ternyata bukan sebuah

