"Siapa kalian?" tanya Alena dengan mata tajam. Kenapa ia selalu diculik begini? Apa kesalahan yang Alena lakukan sampai harus mengalami kejadian seperti ini? Entah sudah berapa kali ia diculik. Ternyata trauma itu masih membekas, jelas saja karena semua masih sangat baru. Alena mencoba untuk mengendalikan diri. Jangan sampai rasa takut, cemas dan gelisah menguasai dirinya. "Tentu saja kami adalah orang yang akan membuat hidup kamu hancur," jawab penculik. Asap rokok menyapa wajah Alena karena sang penculik sengaja melakukan hal itu. Alena terbatuk beberapa kali, ia sangat sulit menerima asap rokok dari kecil. "Lemah," ejeknya lagi. Alena tidak memberikan respon apa-apa. Ia melihat seisi gudang, apa gudang ini sama seperti gudang terakhir kali? Alena tidak bisa membandingkan keduanya. Sa

