“Ivan, kenapa bisa kamu tertembak seperti ini? Andai kami tidak menemukan kamu. Maka mungkin kamu tidak bisa tertolong,” ucap Kylie. Ivander masih saja terdiam. Di dalam pikirannya hanya ada Lysia saja, Ivander ingin bersujud di depan Lysia untuk meminta maaf. Bahkan Ivander tidak akan memaksa Lysia untuk bersama dengannya jika memang Lysia tidak menginginkan itu. Perasaannya sekarang sudah dikuasai penuh oleh Lysia. Sehingga Ivander hanya ingin mendapatkan permintaan maafnya itu sudah lebih dari cukup. “Yang Ivan lihat hanyalah Lysia, Ma. Dia terlihat cantik malam itu dengan perut buncitnya yang terlihat menggemaskan,” terang Ivander. Lalu, dia pun melirik ke arah Irfan yang sedang memainkan ponselnya. Hatinya tambah terluka karena rupanya Irfanlah yang ingin membunuhnya. Sebelum I

