“Irfan, mengapa kamu melakukan itu terhadap suamiku?” desak Lysia. Saat ini mereka berdua berada di rumah Lysia yang dulu dibelikan oleh Irfan. “Kenapa kamu terlihat begitu cemas? Bukankah kamu sangat membencinya? Bukankah dia yang selalu membuatmu menderita?” balas Irfan. Irfan tidak habis pikir dengan apa yang Lysia lakukan. Dia terlihat panik melihat kondisi Ivander, Irfan tidak habis pikir mengapa Lysia seperti itu. Seharusnya Lysia berterima kasih terhadapnya karena sudah menyelamatkannya dari Ivander. “Karena kamu tidak perlu sampai membunuhnya seperti itu,” ucap Lysia gemetar. Entah mengapa dia tidak tega dan tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Irfan. Seharusnya Irfan tidak perlu untuk menembak Ivander. “Kamu seharusnya bersyukur kepadaku, Lysia. Kalau aku tidak mel

