"Tidak apa jika aku tang terluka. Meskipun seperti itu, aku tak bisa marah di waktu yang lama." - Navi mengendarai mobilnya membelah hujan deras yang semakin menggila. Tadi, setelah dia mencoba menyalakan mobilnya, bersyukur Cherry dapat menyala. Navia tak mau diam. Dia bergegas menyusul mobil Magenta yang membawa Lila. Jalanan menuju rumah Lila itu sepi karena hujan. Sudah beberapa kali petir terdengar. Lila pasti membenci itu. Navi tak peduli dengan bajunya yang basah total. Biarlah dia kedinginan, asalkan dia bisa mengawasi Lila dan Magenta. Cowok itu sudah memasuki wilayah komplek kediaman Lila. Sepanjang jalan, terdapat pohon-pohon tinggi menjulang. Bukan apa, hanya saja warga disana sangat memperhatikan kesehatan bumi. Pohon itu sangat penting bagi mereka. Sebagai resapan air da

