- "Sakit. Mendapat luka darimu. Tapi lebih sakit saat bertemu lagi denganmu." - *** "Kenapa kamu baru pulang?" Navino membeku di teras rumahnya. Ini jam tujuh malam. Sepulang sekolah, dia sengaja berkeliling kota dengan cherry tadi. Seragam sekolahnya sudah acak-adul. Kancing dibuka semua sehingga menampilkan kaos abu-abunya yang tipis. Wajah Navino sudah terlihat sangat lelah. Pria paruh baya berusia 43 itu berdiri tegap dengan tatapan intens. Memakai setelan toksedo hitam, dilengkapi dasi yang menggantung di lehernya. Rambut yang masih hitam total diusianya dan sedikit kelimis. Berdiri di ambang pintu menantikan putra bungsunya pulang ke rumah. Reagen. Papa Navino telah kembali. Navino menatap nanar papanya. Dia bingung harus berkata apa. "Baru pulang? Harusnya Navi yang tanya k

