- "Perkataanku tidak main-main. Silakan kamu merendahkanku saat ini. Tapi aku akan buktikan bahwa aku yang akan menang nanti." - *** Navino menatap lurus ke depan pada saat pelajaran ekonomi berlangsung. Bukan. Jelas bukan karena dia memperhatikan Bu Tuti yang mengajar, tapi memperhatikan bidadarinya yang terlihat cantik meskipun dari belakang. Lila. Surai gadis itu telah berganti model menjadi bergelombang. Terurai dan tertata indah. Hitam pekat, juga tebal. Rambut yang sempurna. Navino ingin tertawa sekarang. Dia mendadak teringat, bagaimana awal mula kisah cintanya dengan Lila. Sangat absurd. Apalagi, pada saat Lila mengatakan bahwa hari itu Navino menjadi pacarnya, tetapi justru Navino mengompol. Dan kalung kertas manila yang dulu Navino gunakan, masih dia simpan dengan baik. Ma

