58. Throwback

1620 Kata

"Perasaanku gundah. Melihat kamu tersenyum adalah bahagiaku. Tapi jika senyumanmu berasal dari oleh orang lain, mengapa menjadi sesak tak menentu?" *** Pandangan Lila tidak bisa teralihkan sedikit pun pada gemerlap langit malam yang memikat hati. Titik-titik kecil bercahaya dia angkasa, membuat dia bertekuk lutut. Namun, entah mengaja melihat langit, dia justru teringat akan Navi. Ah, Navi cowok labil. Jika saja dia bisa berkompromi dengan hatinya, Lila pasti akan memilih untuk mencari cowok lain ketimbang mengejar Navi. Benar. Untuk apa mengejar sesuatu yang tak pasti? Tetapi prinsip Lila dan hatinya yang tidak bisa diajak kerja sama itu adalah mending mengejar dan berjuang, meski gagal, itu lebih baik dari pada menyesal karena tak mencoba. Ish, dasar gadis aneh. Dia sesekali memegang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN