Bhumi Janitra, dokter spesialis jantung berusia 37 tahun, hidupnya kelihatannya mapan, tenang, rapi, dan nyaris tanpa celah. Tapi hanya Bhumi yang tahu betapa lunglainya ia setiap kali ada topik pernikahan dibahas. Ia pernah kabur dari Bandung bertahun-tahun lalu hanya agar Kakek dan Neneknya berhenti menekan soal jodoh. Jakarta menjadi tempat bernafas, tempat ia bekerja tanpa harus menjawab pertanyaan, "Kapan menikah?" Dulu Mamanya tidak memaksa, sampai Renzo, adiknya menikah dan punya anak. Sejak itu, tekanan berubah jadi lembar tuntutan yang tak pernah habis. Dan sekarang, penyakit Mama membuat semuanya semakin rumit. Bhumi tidak tega mengecewakan perempuan yang melahirkannya, jadi ia menerima perjodohan dengan Cahaya, pengacara muda yang sembilan tahun lebih muda darinya. Mungkin sem

