Jam sudah hampir menunjukkan pukul 10 pagi ketika Cici akhirnya membuka mata. Ia menguap kecil, memeluk guling… dan baru ingat: Aku hamil. Pikiran itu membuat dadanya hangat. Rumah terasa sangat tenang. Pelayan pasti sudah mulai bekerja. Sadam juga sudah berangkat tugas sejak subuh, sempat mengecup keningnya tapi Cici terlalu ngantuk untuk bangun. Setelah mandi dan memilih dress panjang warna pastel, Cici membuka pintu kamar. Dan langsung tertegun. Di dapur… IBU GINA. Mengaduk sesuatu di panci sambil mengomeli pelayan yang tampak pasrah. “Bukan begitu! Kamu kalau mengukus brokoli jangan sampai lembek, mau kasih makan bayi atau kasih makan bubur nenek-nenek?” Pelayan hanya mengangguk panik. Cici menahan tawa dan tekanan darahnya naik turun karena gugup. Astaga… Ibu Gina? Pagi-pagi masuk

